Teman sebaya memberi pengalaman berbeda dari hubungan dengan orang dewasa. Bersama teman, anak belajar bernegosiasi, bergiliran, bekerja sama, dan menghadapi perbedaan. Pengaruhnya bisa positif maupun menantang. Pendampingan membantu anak membangun keterampilan memilih hubungan yang aman tanpa mengatur setiap pertemanan. Kebutuhan sosial tiap anak juga berbeda.
Pertemanan melatih keterampilan sosial
Dalam permainan, anak belajar membaca isyarat, menyampaikan keinginan, dan menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. Konflik kecil dapat menjadi kesempatan berlatih mencari solusi selama keselamatan dijaga. Tanyakan apa yang terjadi dan apa yang dicoba anak sebelum menyalahkan pihak tertentu. Ada anak yang nyaman dengan kelompok besar, ada yang lebih suka satu teman, dan ada yang perlu waktu untuk akrab.
Kenali tanda hubungan sehat
Pertemanan sehat memberi ruang bagi kedua anak untuk berbicara, memilih kegiatan, dan berkata tidak. Ajarkan bahwa mengejek, mengancam, atau memaksa bukan syarat agar diterima. Gunakan situasi konkret untuk membedakan bercanda yang disepakati dari tindakan yang terus melukai. Anak juga perlu belajar bertanggung jawab jika menyakiti orang lain dan mencari cara memperbaiki hubungan.
Dengarkan tanpa langsung mengambil alih
Jika anak mengalami penolakan, tanggapi dengan empati terlebih dahulu. Hindari langsung menyuruhnya memutus pertemanan tanpa memahami situasi. Tanyakan apakah ia ingin didengarkan, dibantu berlatih bicara, atau ditemani menemui guru. Orang tua dapat menghubungi sekolah jika masalah berulang, ada ancaman, atau keselamatan terlibat. Sampaikan fakta dan fokus pada perlindungan serta solusi.
Latih menghadapi tekanan kelompok
Tekanan bisa berupa ikut permainan yang tidak disukai sampai ajakan berisiko. Latih kalimat sederhana: “Aku tidak mau,” “Aku mau kegiatan lain,” atau “Aku pulang dulu.” Bermain peran membuat anak lebih siap. Jelaskan bahwa meminta bantuan bukan tindakan buruk. Anak boleh menjauh dari situasi tidak aman dan menemui orang dewasa tepercaya tanpa takut dihukum karena jujur.
Bantu pertemanan tumbuh alami
Kegiatan berdasarkan minat—olahraga, seni, membaca, atau bermain—memberi alasan alami untuk berinteraksi. Jangan memaksa setiap pertemuan menjadi persahabatan dekat. Beri ruang anak mengamati dan berkenalan dengan tempo nyaman, sambil memastikan pengawasan. Bicarakan cara menyapa, berbagi giliran, serta menghormati pilihan teman. Rasa diterima lebih penting daripada terlihat populer.
Menerapkannya secara bertahap di rumah
Dalam praktiknya, perubahan paling mudah dimulai dari satu kejadian yang berulang. Perhatikan kapan kebutuhan ini muncul, siapa yang hadir, dan apa yang biasanya membantu atau menyulitkan. Pilih satu penyesuaian yang masih mungkin dilakukan dengan rutinitas keluarga saat ini. Langkah kecil memberi kesempatan untuk mengamati hasil tanpa menambah banyak tekanan pada anak maupun pengasuh.
Bicarakan rencana dengan anak menggunakan bahasa yang sesuai usianya. Jelaskan hal yang akan dicoba dan beri ruang untuk menyampaikan pendapat atau rasa tidak nyaman. Orang dewasa tetap bertanggung jawab menentukan batas keselamatan, tetapi anak dapat dilibatkan dalam pilihan yang aman. Jika ada beberapa pengasuh, bagikan kesepakatan inti agar anak menerima arahan yang cukup konsisten di rumah dan lingkungan lain.
Amati perubahan selama beberapa hari atau minggu, bukan hanya satu kejadian. Catat hal yang berjalan baik, bagian yang masih sulit, dan dukungan tambahan yang diperlukan. Jika pendekatan terasa tidak cocok, ubah langkahnya tanpa menyalahkan anak. Perkembangan tidak selalu berlangsung lurus; anak mungkin membutuhkan pengulangan atau bantuan berbeda saat kondisi berubah. Ketika kekhawatiran menetap atau mengganggu keseharian, diskusikan dengan profesional yang memahami anak.
Langkah kecil yang bisa dicoba
- Tanyakan satu kejadian pertemanan tanpa menginterogasi. Bantu anak menyiapkan kalimat untuk menyampaikan batas atau meminta bantuan.
- Kenali orang dewasa tepercaya di sekolah atau komunitas dan sepakati kapan mereka perlu turun tangan demi keselamatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan orang tua perlu menghubungi sekolah?
Jika kejadian berulang, ada ketimpangan kuasa, anak tidak aman, atau kesehariannya terganggu.
Apakah anak harus punya banyak teman?
Tidak. Fokus pada hubungan yang saling menghormati dan kesempatan berinteraksi dengan aman.
Perubahan kebiasaan membutuhkan waktu dan dukungan. Pilih satu langkah yang paling sesuai dengan kondisi keluarga, amati respons anak, lalu sesuaikan tanpa membandingkannya dengan anak lain. Untuk kebutuhan khusus atau kekhawatiran yang menetap, bicarakan dengan tenaga profesional yang memahami tumbuh kembang.
Topik terkait: Peran Lingkungan Sekolah dalam Perkembangan Anak, Cara Mengembangkan Kemandirian Anak Sesuai Usia, Pengaruh Gawai dan Media Digital terhadap Perkembangan Anak.